KPK menggeledah rumah pribadi Topan Obaja Putra Ginting di Komplek Royal Sumatera, Medan, pada 2 Juli 2025.
Dalam penggeledahan selama tujuh jam, penyidik KPK menyita uang tunai Rp2,8 miliar dan dua pucuk senjata api.
Senjata yang ditemukan adalah pistol Beretta dengan tujuh butir peluru dan senapan angin dengan dua pak amunisi air gun.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Prabowo Siap Sita Aset Penimbun Beras, Pastikan Harga Stabil dan Terjangkau
Filianingsih dan Anggota DPR Diperiksa, CSR BI Diusut KPK
Partai Golkar Buka Pendaftaran Calon Wali Kota Medan, Menantu Presiden Jokowi Diharapkan Daftar Lagi

SCROLL TO RESUME CONTENT
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa status kepemilikan senjata akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
“Untuk jenisnya yang pertama pistol Beretta dan kedua senapan angin, akan dikoordinasikan dengan kepolisian,” ujar Budi.
Bobby Nasution Bongkar Status Topan Ginting di Perbakin Medan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, buka suara soal temuan senpi di rumah anak buahnya.
Baca Juga:
Menimbang Peran Bantuan Pangan Dalam Menstabilkan Harga Beras Nasional
Prabowo Siap Sita Aset Penimbun Beras, Pastikan Harga Stabil dan Terjangkau
“Setahu saya, Ketua Perbakin Sumut dulu Pak Pangdam, dan Ketua Perbakin Medan ditunjuk Pak Topan,” kata Bobby di Kantor Gubernur Sumut.
Bobby mengaku tidak tahu jumlah senjata api yang dimiliki Topan, meski mengetahui jabatan Topan di Perbakin.
“Kalau persenjataan berapa banyak, saya tidak tahu,” ujar Bobby, menantu Presiden RI ke-7 Jokowi
Bobby juga menegaskan bahwa Pemprov Sumut tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Topan Ginting.
Baca Juga:
Rakyat Dibohongi Lagi, Koruptor Migas Tak Tersentuh Hukum Juga
Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Multilateral, Tinggalkan Paris untuk Kembali ke Jakarta
Wina Armada Sukardi Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka Mendalam
Uang Miliaran dan Senpi Picu Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp231 Miliar
KPK menetapkan Topan Ginting sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek jalan senilai Rp231,8 miliar.
Selain Topan, empat tersangka lain ditetapkan, termasuk pejabat PUPR dan dua kontraktor swasta.
KPK menduga uang Rp2,8 miliar yang ditemukan berasal dari proyek-proyek lama yang dikorupsi.
“Diduga ada kaitannya dengan proyek-proyek pembangunan jalan yang telah lampau,” kata Budi Prasetyo.
KPK juga menyita dokumen penting dari Kantor Dinas PUPR Sumut untuk memperkuat bukti perkara.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

























