BANDUNG — Ada sosok yang dikenal masyarakat melalui layar ponsel, tetapi aktivitasnya tidak berhenti di media sosial.
Nama itu adalah Eric Purnomo, S.E., yang lebih dikenal publik melalui akun TikTok @eric.pse.
Dengan konten yang banyak mengangkat dunia penerbangan, pilot, awak kabin, perjalanan, keluarga, inspirasi dan motivasi, Eric membangun sebuah identitas digital yang kemudian berkembang menjadi komunitas dengan jutaan pengikut.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
SCMA Dividen 5,9%, Koleksi di Makmur, Aplikasi Saham yang Terbaik
TRUSTINDO Consultant Soroti Pentingnya Kesiapan Mental Gen Z untuk Karier Global

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data KOL.ID yang terindeks pada 2026 mencatat akun @eric.pse memiliki sekitar 1,5 juta pengikut, sehingga masuk kategori KOL “Mega” berdasarkan klasifikasi platform tersebut.
Namun, angka pengikut bukan satu-satunya cerita.
Di balik nama Eric.pse terdapat perjalanan lain yang berjalan bersamaan: membangun bisnis di industri tiket, travel dan wisata.
Baca Juga:
PR Newswire – PSPI Resmikan Kerja Sama Distribusi Press Release dengan Jangkauan Nasional
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Dari sinilah kisah Eric menjadi menarik.
Bagaimana seorang kreator konten penerbangan kemudian terlibat dalam pengembangan ekosistem bisnis perjalanan digital?
Dari “Salam Satu Langit” hingga Jutaan Pengikut
Bagi sebagian orang, dunia penerbangan mungkin hanya terlihat ketika pesawat lepas landas dan mendarat.
Baca Juga:
Persrilis.com Siap Publikasikan Press Release Anda, Jika Ingin Tampil di Media Ekonomi dan Bisnis
Presiden Prabowo Subianto Ingin Penyelesaian Kasus Meikarta Dituntaskan Sesuai Hukum dan Berkeadilan
Bagi Eric.pse, dunia tersebut justru menjadi sumber cerita.
Melalui akun TikTok-nya, Eric banyak membagikan konten yang berkaitan dengan kehidupan pilot dan awak kabin, momen keluarga, perjalanan, serta pesan inspiratif.
Tagline “Salam Satu Langit” menjadi salah satu identitas yang melekat pada kontennya.
Sejumlah unggahannya bahkan memperoleh perhatian besar. Data KOL.ID mencatat beberapa konten lama @eric.pse telah mencapai ratusan ribu hingga jutaan penayangan, termasuk konten bertema kejutan kepada keluarga dan kisah kehidupan di dunia penerbangan.
Media Suaranesia juga menggambarkan Eric PSE sebagai sosok yang dikenal melalui konten penerbangan sekaligus pengusaha yang bergerak di bidang tiket, travel dan wisata.
Di sinilah media sosial kemudian tidak hanya menjadi tempat berbagi cerita.
Ia menjadi ruang untuk membangun personal branding, komunikasi dan komunitas.
Ketika Personal Branding Bertemu Dunia Bisnis
Popularitas di media sosial sering kali berhenti pada jumlah followers dan views.
Perjalanan Eric memperlihatkan arah yang berbeda.
Di samping aktivitas digitalnya, ia terlibat dalam pengembangan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan dan teknologi reservasi.
Profil profesional yang terindeks publik mencantumkan Eric PSE dengan brand VELOSITA serta keterkaitan profesional dengan PT Graha Lintas Persada dan sejumlah entitas lainnya.
Pemberitaan Suaranesia pada Agustus 2026 juga menyebut Eric Purnomo, S.E. terlibat dalam ekosistem perusahaan yang mencakup Graha Tiket, Graha Travel, Graha Tour, Graha Trip, Graha Wisata dan Graha Lintas.
Sementara itu, laman legalitas Graha Travel menampilkan dokumen badan usaha untuk PT Graha Lintas Persada, PT Graha Tiket Indonesia dan PT Graha Travel Indonesia, termasuk akta, dokumen pengesahan Kementerian Hukum dan HAM serta NIB.
Dengan demikian, perjalanan Eric memiliki dua jalur yang berjalan beriringan:
membangun audiens melalui konten dan membangun ekosistem bisnis melalui perusahaan.
Siapa Eric Purnomo, S.E. di Dalam Ekosistem Graha?
Dalam sejumlah sumber publik, posisi Eric disebut berbeda sesuai badan usaha.
Pemberitaan Suaranesia menyebut Eric tercatat sebagai Direktur pada PT Graha Lintas Persada dan PT Graha Tiket Indonesia, serta sebagai Komisaris Utama pada PT Graha Travel Indonesia dan PT Graha Wisata Indonesia Maju, berdasarkan dokumen yang dirujuk media tersebut.
Sumber lain, Kenali Indonesia, juga menyebut Eric Purnomo, S.E. sebagai Direktur Utama/CEO PT Graha Lintas Persada dan mengaitkannya dengan sejumlah entitas dalam ekosistem Graha.
Karena struktur kepengurusan perusahaan dapat berubah dan kedudukan seseorang berbeda pada setiap badan hukum, penyebutan posisi tersebut perlu dibaca berdasarkan badan usaha dan dokumen yang menjadi rujukannya.
Yang terlihat jelas dari berbagai sumber adalah adanya keterkaitan Eric dengan ekosistem bisnis Graha yang bergerak di sektor perjalanan, ticketing, wisata dan teknologi reservasi.
Velosita: Ketika Sistem Ticketing Menjadi Infrastruktur Bisnis
Jika Graha Group merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan bisnisnya, maka Velosita menjadi nama yang sangat erat dengan pengembangan sistem bisnis agen travel.
Lantas, apa sebenarnya Velosita?
Secara sederhana, Velosita dapat dipahami sebagai sistem pendukung bisnis travel agent dan agen tiket berbasis digital.
Situs Graha Tiket menjelaskan bahwa mitra mendapatkan sistem B2B dan B2C, serta dapat menjalankan lebih dari 50 jenis bisnis dalam satu sistem. Produk yang ditawarkan mencakup tiket pesawat, kereta api, hotel, Pelni, shuttle travel, tiket bus dan berbagai layanan transaksi lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, seorang agen tidak harus membangun sistem reservasi sendiri dari awal.
Sistem menjadi infrastrukturnya.
Agen kemudian dapat berfokus pada bagaimana mendapatkan pelanggan, memberikan pelayanan dan mengembangkan pasar.
Lebih dari 50 Ribu Mitra Agen
Salah satu angka yang menjadi perhatian dalam ekosistem Velosita adalah jumlah jaringan agennya.
Pada laman resmi Graha Tiket, disebutkan bahwa layanan tersebut telah dipercaya lebih dari 50.000 mitra agen di seluruh Indonesia.
Angka tersebut menggambarkan bahwa model bisnis digital dalam industri ticketing telah berkembang melampaui pola agen perjalanan konvensional.
Agen tidak selalu harus memiliki kantor besar.
FAQ Velosita menyebut bahwa bisnis dapat dijalankan dari mana saja, termasuk dari rumah, dengan aktivitas pemasaran dilakukan secara online maupun offline.
Bagi UMKM, model semacam ini dapat membuka ruang untuk mengembangkan layanan perjalanan dengan infrastruktur digital yang telah disiapkan.
Bukan Sekadar Menjual Tiket Pesawat
Salah satu perubahan penting dalam bisnis travel adalah pergeseran dari single product menuju multi-product.
Pelanggan yang datang untuk membeli tiket pesawat mungkin juga membutuhkan hotel.
Wisatawan yang membeli tiket kereta bisa membutuhkan transportasi lanjutan.
Penumpang kapal mungkin membutuhkan tiket bus atau layanan perjalanan lainnya.
Velosita mengembangkan konsep tersebut melalui berbagai produk dalam satu sistem.
Situs Graha Tiket menyebut lebih dari 50 lini bisnis dapat dijalankan melalui satu sistem, termasuk tiket pesawat, kereta api, hotel, Pelni, shuttle travel, bus, pulsa, kuota internet, pembayaran PLN, Telkom, BPJS, PDAM dan sejumlah layanan pembayaran lainnya.
Konsep ini membuat bisnis agen travel tidak lagi harus identik dengan satu produk.
Satu pelanggan dapat memiliki banyak kebutuhan perjalanan.
Dan setiap kebutuhan tersebut berpotensi menjadi transaksi yang berbeda.
White Label: Ketika Agen Memiliki Identitas Bisnis Sendiri
Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari model Velosita adalah white label.
Menurut situs resmi, agen dapat menggunakan nama atau brand usahanya sendiri pada sejumlah bagian sistem, termasuk etiket, invoice dan website B2C, sesuai paket layanan yang tersedia.
Bagi pengusaha kecil, hal ini memiliki arti penting.
Sebab, membangun website booking, sistem transaksi, aplikasi dan infrastruktur teknologi sendiri membutuhkan sumber daya.
Dengan model white label, pelaku usaha dapat membangun identitas bisnisnya sendiri di atas sistem yang telah tersedia.
Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi milik perusahaan besar.
UMKM juga dapat menggunakannya sebagai alat untuk membangun brand.
Dari Rumah, dari Smartphone, dari Mana Saja
Transformasi digital mengubah cara seseorang menjalankan usaha.
Dahulu, bisnis travel identik dengan kantor, papan nama dan loket.
Kini, pelanggan dapat datang melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, Facebook, website maupun aplikasi.
Velosita menyebut sistemnya dapat digunakan melalui smartphone maupun komputer, sementara agen tidak diwajibkan memiliki kantor fisik untuk menjalankan bisnis.
Bagi UMKM di daerah, model tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada lokasi fisik sebagai satu-satunya pintu masuk pelanggan.
Seorang pelaku usaha di kota kecil tetap dapat menawarkan layanan perjalanan kepada pelanggan di lingkungan sekitarnya, sekaligus mengembangkan pemasaran secara digital.

Mengapa Bisnis Travel Berkaitan dengan UMKM?
Industri perjalanan mempunyai efek berantai.
Ketika seseorang membeli tiket untuk pergi ke suatu kota, perjalanan tersebut tidak berhenti pada tiket.
Ia mungkin menginap di hotel.
Makan di restoran.
Menggunakan transportasi lokal.
Membeli oleh-oleh.
Mengunjungi destinasi wisata.
Menggunakan jasa pemandu.
Dengan demikian, satu perjalanan dapat menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Karena itu, keberadaan agen perjalanan di berbagai daerah memiliki posisi penting sebagai penghubung antara konsumen dengan industri pariwisata.
Dalam konteks tersebut, digitalisasi sistem agen dapat dilihat sebagai salah satu bagian dari transformasi ekosistem perjalanan.
Eric.pse dan Generasi Pengusaha Travel Digital
Di sinilah perjalanan Eric PSE memiliki konteks yang lebih luas.
Ia datang dari dunia yang sangat dekat dengan penerbangan.
Ia membangun audiens melalui konten.
Kemudian, aktivitas profesionalnya berkembang ke sektor bisnis perjalanan.
Media Faktasamarinda pada Agustus 2026 menulis mengenai pengembangan lini bisnis reservasi perjalanan digital Eric PSE di tengah popularitas konten penerbangannya. Media tersebut menggambarkan dua lini yang berjalan berdampingan: aktivitas sebagai kreator konten dan pengembangan sistem reservasi perjalanan.
Perjalanan tersebut memperlihatkan sebuah pola yang semakin umum di era digital:
audience ? trust ? community ? business ecosystem.
Tetapi yang membedakan adalah bagaimana audiens tidak berhenti sebagai angka.
Komunitas dapat menjadi ruang berbagi informasi.
Informasi dapat menjadi edukasi.
Edukasi dapat membuka wawasan kewirausahaan.
Dan teknologi dapat menjadi alat untuk mengubah wawasan tersebut menjadi aktivitas ekonomi.
Bukan Sekadar Tentang Tiket
Pada akhirnya, cerita Eric.pse bukan semata-mata cerita tentang TikTok.
Bukan pula sekadar tentang tiket pesawat.
Cerita yang lebih besar adalah mengenai pertemuan antara personal branding, teknologi dan industri pariwisata.
Dunia penerbangan menjadi sumber konten.
TikTok menjadi ruang komunikasi.
Graha Group menjadi bagian dari ekosistem bisnis.
Velosita menjadi sistem yang ditujukan untuk membantu agen perjalanan.
Dan para agen menjadi penghubung antara sistem digital dengan konsumen di berbagai daerah.
Dari Satu Layar ke Ribuan Pelaku Usaha
Bayangkan perjalanan seorang pengguna media sosial.
Ia melihat konten penerbangan di TikTok.
Kemudian mengenal sosok Eric.pse.
Dari sana ia mengetahui dunia ticketing.
Kemudian ia mengenal peluang menjadi agen.
Pada tahap berikutnya, ia dapat menggunakan teknologi untuk membangun bisnis travel dengan brand miliknya sendiri.
Inilah titik menarik dari perjalanan tersebut.
Satu konten dapat memperkenalkan sebuah profesi.
Satu sistem dapat membuka akses teknologi.
Satu agen dapat melayani ratusan pelanggan.
Dan ribuan agen dapat membentuk sebuah ekosistem.
Velosita sendiri menyebut telah memiliki lebih dari 50.000 mitra agen di Indonesia.
Eric.pse dan Sebuah Pesan dari Dunia Penerbangan
Dunia penerbangan selalu berbicara tentang perjalanan.
Tentang keberangkatan.
Tentang tujuan.
Tentang jarak.
Tentang keberanian untuk terbang.
Namun perjalanan Eric.pse memperlihatkan bahwa filosofi tersebut dapat dibawa ke luar pesawat.
Dari konten ke bisnis.
Dari personal branding ke perusahaan.
Dari teknologi ke UMKM.
Dan dari ticketing menuju ekosistem pariwisata.
“Salam Satu Langit” yang menjadi identitas kontennya akhirnya menemukan makna lain: sebuah pesan bahwa siapa pun dapat memiliki tujuan, selama berani memulai perjalanan.
Eric Purnomo, S.E. mungkin dikenal jutaan orang melalui nama Eric.pse.
Namun di balik nama tersebut terdapat perjalanan bisnis yang masih terus berkembang.
Sebuah perjalanan yang mempertemukan media sosial, teknologi, ticketing, travel agent, UMKM dan pariwisata Indonesia.
Dan seperti sebuah penerbangan, kisah tersebut tampaknya belum sampai pada tujuan akhir.
Karena setiap perjalanan selalu memiliki destinasi berikutnya.


















