PROPAMI Gandeng BEI, OJK, dan DPR Bahas Penguatan Ekosistem Pasar Modal

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 26 September 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) menggelar Seminar Nasional Pelaku Pasar Modal Indonesia di Ballroom Suagi, The Papandayan Hotel, Bandung, Sabtu (26/9). Seminar ini dirangkaikan dengan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) PROPAMI 2026.

Mengusung tema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), lembaga penjaminan, akademisi, hingga pelaku profesi pasar modal dari berbagai daerah.

Ketua Umum PROPAMI NS. Aji Martono mengatakan, pertumbuhan jumlah investor pasar modal domestik belum cukup jika tidak dibarengi peningkatan literasi keuangan.

“Pemahaman investor terhadap instrumen dan risiko investasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan basis investor di Indonesia,” kata Aji dalam sambutannya.

BEI dan PROPAMI Teken MoU

Dalam kesempatan yang sama, BEI dan PROPAMI menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup program edukasi, penguatan literasi keuangan berkelanjutan, serta sinergi antara Kantor Perwakilan BEI dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PROPAMI di sejumlah daerah.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan, penilaian perusahaan menjadi salah satu tahapan krusial bagi korporasi yang bersiap melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO).

“Perusahaan yang akan IPO tidak hanya dituntut siap secara pendanaan, tapi juga harus memenuhi standar tata kelola dan keterbukaan informasi kepada publik,” ujar Saidu.

Penjaminan Jadi Opsi Pembiayaan UMKM

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Di luar skema pasar modal, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi sorotan. Direktur Utama Jamkrida Jawa Barat Bobby Cahyadi menjelaskan, lembaga penjaminan berperan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang belum memenuhi syarat masuk bursa.

“Kebutuhan modal, kapasitas usaha, agunan, dan profil risiko UMKM berbeda dengan korporasi besar. Di sinilah fungsi penjaminan menjadi relevan,” kata Bobby.

Batas Sektor Keuangan Kian Kabur

Akademisi Dr. Erman Sumirat menyoroti perkembangan industri jasa keuangan yang semakin terintegrasi seiring kemajuan teknologi. Menurutnya, batas antara perbankan, pasar modal, lembaga penjaminan, dan fintech kini semakin tipis.

“Pasar modal tidak bisa lagi dilihat semata dari aktivitas perdagangan saham. Di dalamnya ada proses penghimpunan dana, investasi, pendanaan perusahaan, hingga pengelolaan risiko,” ujar Erman.

Diskusi panel yang menghadirkan Saidu Solihin, Bobby Cahyadi, dan Erman Sumirat itu dipandu moderator Dr. David Nathanael Sutyanto.

Regulasi dan Pengawasan Jadi Sorotan

Dari sisi kebijakan, Anggota Komisi XI DPR RI H. Fathi menyampaikan pandangannya soal arah regulasi pasar modal. Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK Edi Broto Suwarno menyampaikan keynote speech terkait pengawasan industri jasa keuangan.

Keduanya sepakat, regulasi dan pengawasan yang adaptif menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar di tengah pesatnya inovasi produk keuangan berbasis teknologi.

Kebutuhan SDM Bersertifikasi Meningkat

PROPAMI juga menyoroti kebutuhan tenaga profesional bersertifikasi di industri pasar modal, seiring makin kompleksnya produk dan transaksi keuangan. Peran Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) disebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga standar kompetensi pelaku industri.

Selain seminar, PROPAMI menggelar RUAT 2026 yang dihadiri perwakilan DPW dari berbagai wilayah untuk mengevaluasi program organisasi dan menyusun agenda kerja ke depan.

Berita Terkait

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
PROPAMI Dorong Ekosistem Profesi Pasar Modal Modern, Digital dan Berkelanjutan
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:13 WIB

PROPAMI Gandeng BEI, OJK, dan DPR Bahas Penguatan Ekosistem Pasar Modal

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Kamis, 10 September 2026 - 16:17 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:37 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:05 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terbaru

Pers Rilis

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 Sep 2026 - 02:32 WIB