BC30™ Raih Izin untuk Mencantumkan Klaim “Live Culture” di Indonesia, Buka Peluang Inovasi Produk Makanan & Minuman

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Indonesia, 27 Februari 2026 /PRNewswire/ — BC30™ dari Kerry  (Bacillus coagulans GBI–30, 6086), bahan probiotik berbentuk spora yang mampu bertahan dalam sistem pencernaan, telah memperoleh izin di Indonesia untuk mencantumkan klaim "Live Culture" (Kultur Aktif) pada kategori pangan umum yang berlaku. Izin ini diperoleh Kerry setelah BC30™ tercantum dalam daftar mikroorganisme yang diizinkan di Indonesia berdasarkan PERBPOM No. 38/2023, regulasi yang mengatur mikroorganisme yang boleh digunakan dalam pangan olahan di Indonesia.

Kerry’s consumer research shows that digestive health has become the number one functional health need globally, with 76% of consumers believing gut health affects overall health and wellbeing
Kerry’s consumer research shows that digestive health has become the number one functional health need globally, with 76% of consumers believing gut health affects overall health and wellbeing

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk yang mengandung BC30™ kini dapat mencantumkan klaim "Live Culture" pada kemasan dan materi pemasaran dengan tetap mematuhi ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Persetujuan ini berlaku untuk kategori pangan umum, kecuali Kategori 13.0 – Produk Nutrisi Khusus yang diatur secara terpisah dalam kerangka kategori pangan Indonesia.

"Izin BPOM ini merupakan langkah penting bagi produsen yang ingin mengembangkan pangan fungsional yang kredibel dan sesuai dengan regulasi di Indonesia," ujar Olivier De Salmiech, Vice President, Health & Therapies, Kerry Asia Pacific, Middle East & Africa. "Pencantuman klaim ‘Live Culture’ dengan BC30™ pada kemasan produk membuka peluang baru bagi kami untuk memenuhi minat konsumen yang ingin menjaga kesehatan pencernaan, sekaligus menjaga stabilitas formulasi dan kualitas yang dibutuhkan dalam aplikasi makanan dan minuman."

Menurut riset konsumen yang dilakukan Kerry, kesehatan pencernaan kini menjadi kebutuhan kesehatan fungsional nomor satu secara global. Sebanyak 76% konsumen menganggap, kesehatan usus memengaruhi kesehatan dan kondisi jiwa-raga secara keseluruhan. Di Asia Tenggara, konsumen semakin mencari produk makanan dan minuman fungsional yang mendukung kesehatan pencernaan sehari-hari.

Dirancang untuk aplikasi makanan dan minuman, BC30™ (Bacillus coagulans GBI 30, 6086) dikenal sebagai bahan yang tetap stabil selama proses produksi, penyimpanan, dan pencernaan sehingga ikut memastikan kultur aktif mencapai saluran pencernaan.

Untuk memenuhi persyaratan klaim "Live Culture" di Indonesia, produk yang mengandung BC30™ harus mematuhi beberapa ketentuan dalam regulasi utama. Di antaranya, mencantumkan nama lengkap genus, spesies, dan galur: Bacillus coagulans GBI 30, 6086, dalam daftar komposisi produk. Produk akhir juga harus mengandung minimal 1 × 10⁶ CFU per gram atau mililiter pada akhir masa simpan, didukung data analisis yang relevan. Selain itu, produk harus mencantumkan petunjuk penyimpanan secara jelas guna memenuhi persyaratan BPOM.

Izin yang diraih BC30™ memperkuat komitmen Kerry dalam mendukung inovasi berbasiskan sains dan regulasi dalam pengembangan produk pangan dan minuman fungsional yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar lokal.

 

Berita Terkait

Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Tradewind Finance Sediakan Fasilitas Anjak Piutang Ekspor Tanpa Hak Regres Sebesar AS$2,5 Juta Untuk Eksportir Kabel Asal Vietnam
ACT Genomics Tingkatkan Layanan Pengujian Genomik yang telah Diakui Secara Klinis Menjadi Panel 101 Gen dengan Waktu Pemrosesan Tujuh Hari
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Ant International, IFC, dan GCash Kembangkan “Sustainability Impact Scorecard” sebagai Inovasi yang Memperluas Akses Pembiayaan UMKM
Laporan IDC: Angka Penjualan Robot Vacuum Dreame Tumbuh Lebih dari 100%, Perkuat Kepemimpinan di Asia Tenggara lewat Peluncuran X60 Ultra
XTransfer Tampilkan Solusi Pembayaran Lintasnegara di INDO INTERTEX & INATEX 2026, Dukung UKM Tekstil

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:18 WIB

Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi

Senin, 20 April 2026 - 05:28 WIB

Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari

Senin, 20 April 2026 - 01:44 WIB

Tradewind Finance Sediakan Fasilitas Anjak Piutang Ekspor Tanpa Hak Regres Sebesar AS$2,5 Juta Untuk Eksportir Kabel Asal Vietnam

Senin, 20 April 2026 - 01:00 WIB

ACT Genomics Tingkatkan Layanan Pengujian Genomik yang telah Diakui Secara Klinis Menjadi Panel 101 Gen dengan Waktu Pemrosesan Tujuh Hari

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok

Berita Terbaru